Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri) dalam pertemuan dengan Presiden Iran, Ebrahim Raisi (kanan) di Moskow, 19/1/2022. Foto: Pavel Bednyakov/ SPUTNIK/AFP

Menurut JCPOA yang ditandatangani pada 2015, Iran akan membatasi program nuklir sebagai pengganti Amerika Serikat dan Barat menghapuskan sanksi-sanksi terhadap negara ini. Namun, pada 2018, Presiden Amerika Serikat waktu itu ialah Presiden Donald Trump memutuskan menarik Washington ke luar dari kesepakatan, bersamaan itu mengenakan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran. Iran dengan gigih memprotes pendirian mantan Presiden Donald Trump.