Para anggota MN berfokus membahas RUU mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal.
Ketika memberikan pendapat terhadap RUU tersebut, para anggota MN menyetujui secara tinggi isi rancangan undang-undang ini. RUU ini telah menyusun berbagai ketentuan terkait manajemen berbasis risiko, pengawasan barang dan teknologi kegunaan ganda, pengguna akhir, tujuan penggunaan akhir, pengawasan di luar daftar, pendanaan penyebaran, berbagi data serta inspeksi dan pemeriksaan.
Nguyen Van Lich, Anggota MN Vietnam dari Provinsi Lang Son, menyampaikan pendapatnya:
"RUU ini menjadikan pencegahan sebagai fokus utama, sesuai dengan tuntutan pembelaan Tanah Air dalam situasi baru. Pola pikir manajemen bertransisi dari penanganan setelah terjadi pelanggaran menjadi penemuan potensi bahaya secara proaktif, penilaian risiko, peringatan, dan pencegahan sejak awal. Penyusunan undang-undang ini tidak hanya mendomestikasi komitmen-komitmen internasional yang diikuti Vietnam, tetapi juga menciptakan payung hukum yang konsisten untuk melaksanakan secara efektif langkah-langkah pencegahan, penemuan, pengontrolan dan penanganan tindakan proliferasi atau pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal."
Pemberlakuan UU ini merupakan tuntutan objektif dalam menyempurnakan kerangka hukum, memenuhi persyaratan integrasi, dan melaksanakan secara penuh kewajiban internasional Vietnam. Ly Anh Thu, Anggota MN Vietnam dari Provinsi An Giang, mengemukakan pandangannya:
"RUU ini telah berkontribusi menyempurnakan mekanisme hukum, melaksanakan komitmen internasional Vietnam, secara proaktif mencegah, menemukan, dan memberantas tindakan proliferasi senjata nuklir, kimia, biologi serta kendaraan pengangkut terkait. Dengan demikian, hal ini turut melindungi pertahanan, keamanan, dan lingkungan yang damai demi pembangunan tanah air."
Pada sore hari yang sama, MN melanjutkan diskusi di aula tentang RUU mengenai Permigasan (amandemen).
