Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta kedua pihak untuk mengembangkan kerangka Kemitraan Strategis Hijau secara efektif. Beliau juga menekannkan pentingnya memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan pelatihan, budaya, serta silaturahmi masyarakat, agar hubungan Vietnam–Denmark berkembang secara semakin komprehensif, substansial, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Duta Besar Nicolai Prytz menyampaikan bahwa Pemerintah Denmark sangat menghargai penguatan kerja sama dengan kawasan Asia-Pasifik, di mana Vietnam dipandang sebagai salah satu mitra utama dan negara prioritas. Ia menegaskan bahwa Denmark akan terus mendampingi Vietnam dalam proses transisi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan, Duta Besar juga menilai bahwa kedua negara masih memiliki banyak potensi kerja sama di bidang energi terbarukan, tenaga angin lepas pantai, infrastruktur hijau, transformasi digital, kesehatan, pertanian, serta sistem pangan yang berkelanjutan.
