Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa, bersamaan dengan upaya untuk terus memberikan perhatian dan melaksanakan berbagai kebijakan bagi keluarga para martir, prajurit penyandang disabilitas, prajurit sakit dan para veteran, Partai, Negara serta seluruh masyarakat juga tengah berupaya melaksanakan “Kampanye 500 Hari Malam Pencarian, Pengumpulan, dan Identifikasi Tulang Belulang Martir”. Beliau menekankan bahwa meskipun merupakan dua tugas yang berbeda, keduanya berlandaskan pada satu komitmen yang sama, yakni tidak membiarkan orang-orang yang telah berjasa kepada tanah air dilupakan, serta berupaya agar para martir dapat kembali kepada nama, keluarga, dan kampung halamannya.

“Dari tempat ini, kita semakin memahami bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya diukur dari ekonomi, pertahanan atau kedudukan internasionalnya, tetapi juga dari bagaimana bangsa itu menghargai masa lalu, memperhatikan orang-orang yang telah berkontribusi, dan menjaga rasa kasih sayang kepada para martir. Semakin maju suatu negara, semakin baik pula perhatian yang harus diberikan kepada yang telah berjasa dan keluarga mereka. Ini adalah tanggung jawab politik, moral nasional, dan tolok ukur kemanusiaan”.

Pada kesempatan ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Kementerian Dalam Negeri dan pemerintahan daerah untuk terus meninjau, secara penuh dan segera menangani kebijakan bagi yang telah berjasa beserta keluarga mereka.