Konferensi tersebut diselenggarakan secara luring dan daring yang terhubung dengan berbagai daerah serta kantor perwakilan Vietnam di luar negeri. Acara ini dihadiri oleh 103 duta besar dan kepala kantor perwakilan Vietnam dari 90 negara dan teritori.

Dalam pidato arahannya, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa untuk pertama kalinya Kongres Nasional XIV PKV menetapkan urusan luar negeri sebagai tugas yang "amat penting dan rutin”. Ia menegaskan bahwa urusan luar negeri bukan hanya aktivitas hubungan luar negeri, melainkan menjadi komponen penting dalam kekuatan terpadu nasional.

Menilai hasil yang dicapai sejak Konferensi Diplomatik ke-32, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa urusan luar negeri telah dilaksanakan secara proaktif, turut menjaga perdamaian dan stabilitas, melindungi kemerdekaan, kedaulatan, serta kepentingan nasional.

Menekankan tuntutan saat ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menunjukkan bahwa Kongres Nasional XIV PKV telah menetapkan garis politik pembangunan negara pada periode baru. Resolusi Nomor 59 Politbiro KS PKV Angkatan XIII mengenai integrasi internasional serta Resolusi Nomor 06 Politbiro mengenai pelaksanaan garis politik luar negeri Kongres Nasional XIV telah menetapkan berbagai kebijakan utama secara jelas. Di samping itu, Komite Pengarah Pusat untuk Urusan Luar Negeri dan Integrasi Internasional juga dibentuk. Hal ini menjadi syarat bagi diplomasi untuk mengembangkan perannya pada tahap baru.

Di atas dasar tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta seluruh instansi luar negeri untuk fokus melaksanakan tugas-tugas utama. Di antaranya, sektor tersebut harus secara proaktif memprediksi situasi, mengidentifikasi peluang sejak dini, mengubah peluang menjadi hasil nyata, serta menjaga kemandirian strategis di tengah gejolak-gejolak di dunia.

“Memprioritaskan pemanfaatan sumber daya di bidang sains teknologi, inovasi kreaitf, transformasi digital, pengembangan ekonomi swasta, dan peningkatan kualitas investasi asing. Memilih secara selektif proyek-proyek teknologi tinggi, semikonduktor, kecerdasan buatan, infrastruktur digital, energi bersih, bioteknologi, pertanian modern, mengaitkan teknologi dengan transfer teknologi, pendidikan sumber daya manusia dan partisipasi dunia usaha Vietnam dalam rantai pasokan global. Setiap kantor perwakilan harus memahami kebutuhan negara, keunggulan daerah setempat, mencari mitra secara tepat dan mengikuti pekerjaan. Semua kementerian, instansi dan daerah harus menyiapkan proyek, mekanisme, lapangan, sumber daya manusia, dan persyaratan penerimaan”.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga secara khusus menekankan perlunya meningkatkan urusan luar negeri multilateral dan integrasi internasional, membangun jajaran diplomat yang berkualitas tinggi, menguasai hukum internasional, serta senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Konferensi Diplomatik ke-33 akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026 dengan 18 sesi pembahasan.