Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (Sekjen KS PKV) sekaligus Presiden Vietnam, To Lam hadir dan menyampaikan pidato arahan pada konferensi tersebut. Turut hadir Perdana Menteri Le Minh Hung, Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man, Anggota Tetap Sekretariat KS PKV Tran Cam Tu, para pemimpin senior Partai dan Negara, serta 800 delegasi lainnya.

Dalam pidatonya, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa memasuki era pembangunan baru, urusan luar negeri ditetapkan sebagai tugas yang “teramat penting dan permanen”, berperan sebagai garda terdepan dalam membela negara sejak dini dan dari jauh, sekaligus menciptakan lingkungan internasional yang kondusif bagi pembangunan nasional.

Sekjen sekaligus Presiden menekankan bahwa urusan luar negeri Vietnam di masa mendatang fokus pada lima orientasi besar, yaitu:

Pertama, mengembangkan peran pelopor dalam menjaga perdamaian dan stabilitas, serta menciptakan situasi internasional yang menguntungkan bagi negara.

Kedua, menjadikan urusan luar negeri sebagai pendorong untuk membuka ruang pembangunan baru dan terhubung erat dengan proses pembangunan sosial-ekonomi nasional.

Ketiga, berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam penyelesaian berbagai persoalan bersama komunitas internasional, sekaligus meningkatkan peran dan posisi Vietnam dalam berbagai mekanisme multilateral.

Keempat, meningkatkan posisi nasional agar sepadan dengan sejarah, identitas budaya, serta memberikan kontribusi positif bagi peradaban umat manusia.

Kelima, membangun diplomasi yang komprehensif, modern, profesional, dan mampu memenuhi tuntutan tugas-tugas strategis di era baru.