Pada pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta untuk terus memperbarui pola pikir secara mendasar tentang pekerjaan dan kebijakan etnis. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan, tetapi juga fokus pada penciptaan kondisi bagi perkembangan masyarakat dan pemberian peluang untuk meningkatkan taraf hidup.
Targetnya tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup secara berkelanjutan, mempersempit kesenjangan pembangunan, dan memastikan kesetaraan secara substansial. Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan:
“Para anggota MN perlu meningkatkan kapabilitas, profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Kalian harus berani untuk berbicara, berani untuk mengajukan usulan, berani untuk memikul tanggung jawab, dan memperjuangkan isu-isu yang telah direkomendasikan hingga tuntas. Saya juga meminta Dewan Etnis untuk terus mengembangkan perannya dalam memberikan masukan strategis, tidak hanya memverifikasi, tetapi juga secara proaktif meneliti, mengusulkan dan rekomendasi kebijakan; memperkuat survei praktis, secara tepat waktu agar dapat menemukan dan mengajukan rekomendasi untuk mengatasi hambatan institusi, terutama dalam tahap implementasi. Dewan Etnis perlu benar-benar menjadi jembatan penghubung antara praktik di daerah permukiman warga etnis minoritas dengan proses penyusunan kebijakan MN”.
