Vietnam kini memasuki tahap pembangunan baru dengan berbagai peluang baru. Ekonomi pasar, urbanisasi, migrasi tenaga kerja, transformasi digital, serta penuaan penduduk terus memengaruhi kehidupan keluarga. Yang mengkhawatirkan bukan hanya kesulitan ekonomi, tetapi juga semakin berkurangnya dialog dalam keluarga, memudarnya tradisi keluarga, serta lunturnya nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang baik.

Oleh karena itu, pembangunan keluarga harus dipandang sebagai upaya memperkokoh fondasi budaya, moral, karakter, serta jati diri manusia Vietnam tradisional maupun manusia baru sosialis. Setiap kebijakan pembangunan perlu diarahkan untuk mewujudkan keluarga yang lebih aman, lebih setara, dan lebih manusiawi; anak-anak terlindungi, perempuan dihormati, lanjut usia mendapat perawatan yang layak, serta setiap anggota keluarga hidup dalam kasih sayang, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden To Lam berharap setiap keluarga Vietnam terus menjaga nilai-nilai tradisional melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menghormati kakek-nenek dan orang tua, menyayangi serta merawat anak-anak, membangun hubungan suami istri yang setia, setara, dan saling mendukung, serta mempererat hubungan antargenerasi melalui sikap saling mendengarkan, menghormati, dan membantu. Menjaga keluarga berarti menjaga tradisi keluarga, menjaga budaya, dan menjaga kekuatan bangsa yang abadi.