![]() |
Dalam pernyataan-nya, Sekjen Antonio Guterres memberitahukan : “Tindakan ini melanggar Resolusi-resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB dan merupakan ancaman terhadap perdamian dan keamanan di kawasan”. Sementara itu, sumber-sumber informasi diplomatik memberikatuhan bahwa Amerika Serikat (AS), pada hari yang sama (15 Mei), telah melakukan perundingan dengan Tiongkok untuk mencapai satu permufakatan terhadap pengutukan keras yang dikeluarkan oleh PBB tentang uji coba rudal terkini dari RDRK. DK PBB akan mengadakan pertemuan tertutup pada Selasa (16 Mei) setelah peluncuran rudal balistik pada Minggu (14 Mei) yang dinyatakan oleh Pyong Yang bisa membawa satu “hulu ledak nuklir kelas berat”.

