Pembicaraan tersebut berlangsung dalam kerangka kunjungan resmi pertama Kepala PBB ke Suriah sejak tahun 2009.

Pada pertemuan yang berlangsung di Istana Rakyat, kedua pemimpin membahas situasi di Suriah selama masa transisi, upaya-upaya rekonstruksi negara, serta peran dukungan PBB terhadap pemerintah dan rakyat Suriah setelah terjadi konflik bertahun-tahun.
Dalam kunjungan yang berlangsung selama 3 hari ini, Sekjen Guterres menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendampingi Suriah, mendukung proses transisi politik, sekaligus menekankan pentingnya menjamin kedaulatan, persatuan dan keutuhan wilayah negara Timur Tengah tersebut.

Selain itu, agenda kerja Sekjen PBB juga mencakup pertemuan dengan perwakilan organisasi masyarakat sipil, organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan serta menyampaikan pidato di hadapan Parlemen Transisi Suriah, lembaga yang baru saja menggelar sidang pertamanya pada awal bulan ini.