Dalam laporannya kepada Sekjen sekaligus Presiden To Lam pada pertemuan tersebut, Wakil Ketua MN Nguyen Thi Thanh, yang juga Ketua Kelompok Anggota Perempuan MN angkatan XVI, menyampaikan bahwa MN angkatan XVI memiliki 150 anggota perempuan, atau 30 persen dari total anggota. Kelompok Anggota Perempuan MN Vietnam dibentuk pada tahun 2008 dan hingga kini telah menjadi forum untuk mempererat hubungan, bertukar pengalaman, serta saling mendukung dalam menjalankan kegiatan-kegiatan parlemen.
Pada pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa MN angkatan XVI mengemban tanggung jawab besar dalam melembagakan Resolusi Kongres Nasional XIV Partai, mewujudkan berbagai target hingga tahun 2030, dan meletakkan fondasi bagi visi tahun 2045. Dalam proses tersebut, kearifan, kemampuan, dan kapabilitas perempuan harus dikembangkan sepenuhnya. Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta:
“Para anggota MN perempuan perlu menjalin komunikasi secara rutin dengan masyarakat di tingkat akar rumput dan meluangkan waktu untuk bertemu dengan mereka yang memiliki keterbatasan akses ke forum-forum resmi. Dengan melihat kondisi sebuah keluarga atau seorang pekerja, kita perlu mencari tahu apa kesulitan yang mereka hadapi apakah merupakan persoalan pribadi atau mencerminkan kelemahan kebijakan yang berdampak pada banyak orang. Pengawasan harus turut menjamin hak masyarakat, meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan, serta mengendalikan kekuasaan.”
Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta badan-badan MN dan delegasi-delegasi anggota MN untuk memfasilitasi para anggota perempuan agar dapat berpartisipasi dalam berbagai isu pengawasan penting. Hasil pengawasan harus digunakan untuk menyempurnakan hukum, menyesuaikan kebijakan, dan mempertimbangkan tanggung jawab sesuai dengan kewenangan masing-masing.
