Kunjungan ini menjadi kesempatan penting bagi Vietnam, Denmark, Uni Eropa dan Belgia untuk meningkatkan hubungan secara menyeluruh, sekaligus menciptakan terobosan dalam kerja sama agar semakin konkret dan efektif, berlandaskan tekad politik yang kuat serta kesamaan orientasi strategis.
Kunjungan kenegaraan Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Denmark berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-55 hubungan diplomatik kedua negara. Kunjungan ini menjadi momentum bagi kedua pihak untuk menetapkan arah strategis dan meningkatkan hubungan ke tahap perkembangan baru, sekaligus mendorong kerja sama Vietnam–Denmark menjadi model kemitraan antara Vietnam dan negara-negara di kawasan Nordik.
Dalam hubungan dengan Uni Eropa, khususnya setelah kedua pihak meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada Januari tahun ini, kunjungan Sekjen sekaligus Presiden To Lam kali ini kembali menegaskan peran pelopor Vietnam serta posisinya sebagai jembatan penghubung bagi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam kerja sama dengan Uni Eropa. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk semakin memperdalam pilar-pilar utama kerja sama, terutama di bidang perdagangan, investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Sementara itu, dengan Belgia, kunjungan ini menyusul kunjungan kenegaraan Raja Philippe ke Vietnam pada April 2025, sekaligus membuka babak baru yang penting dalam kerja sama kedua negara di berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, semikonduktor, energi terbarukan, pertanian hijau dan inovasi, logistik, serta pelabuhan pintar.
