Dalam konferensi pers tersebut, Presiden Prancis, Emmanuel Macron percaya bahwa kunjungan ini akan memperkokoh pencapaian baru dalam hubungan kerja sama antara kedua negara. Hubungan tersebut berdasarkan pada hubungan Kemitraan strategis komprehensif yang telah dijalin pada tahun 2024 dan terus didorong dan diperdalam pada tahun 2025. Beliau menegaskan keinginannya agar Prancis menjadi mitra utama bagi Vietnam di sektor energi, infrastruktur perhubungan, perkotaan, kecerdasan buatan, inovasi kreatif dan sebagainya.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan KTT Antariksa. Beliau menegaskan bahwa antariksa merupakan sektor yang memiliki makna strategis terhadap keamanan dan pembangunan di negara-negara saat ini. Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga menyampaikan bahwa Vietnam tengah memperkuat sektor ini, Dengan keungulan yang dimiliki Prancis, maka terdapat banyak ruang bagi kedua negara untuk bersama-sama memanfaatkannya pada waktu mendatang.

Kami sangat mendorong pembangunan ekonomi, memperbarui model pembangunan, menjadikan sains-teknologi sebagai pendorong utama, membangun infrastruktur strategis, dan energi serta mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi. Ini adalah bidang-bidang di mana Prancis memiliki banyak keunggulan dan masih banyak ruang yang dapat kita manfaat bersama dalam waktu mendatang. Dalam konteks tersebut, Vietnam–Prancis perlu memaksimalkan keunggulan masing-masing negara, memanfaatkan sifat saling melengkapi, menempatkan hubungan kerja sama strategis ke tingkatan baru, dan membuka kerangka kerja sama baru antara kedua negara."