Sekretaris Jenderal (Sekjen) KS PKV sekaligus Presiden To Lam, yang juga adalah Kepada Badan Pengarah memimpin konferensi tersebut. Hadir juga ada Perdana Menteri Le Minh Hung, Ketua Majelis Nasional (MN) Tran Thanh Man, Anggota Harian Badan Sekretariat KS PKV Tran Cam Tu.

Dalam pidato bimbingan, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa di konteks persaingan teknologi global terjadi secara semakin sengit, pelaksanaan Resolusi Nomor 57 bukan sekadar hal yang mengatasi bahaya terbelakang tapi bersifat vital terhadap kemandirian strategis dan keamanan nasional. Sekjen sekaligus Presiden mengatakan:

“Inti sains adalah menciptakan pengetahuan baru. Inti dari teknologi adalah mengubah pengetahuan menjadi instrumen. Inti teknologi adalah mengubah instrumen tersebut menjadi nilai baru bagi masyarakat. Ketiga elemen tersebut harus saling bertemu dalam realitas pembangunan negara. Oleh karena itu, teknologi-teknologi strategis memfokuskan sumber daya yang dapat dikuasai dan dikembangkan menjadi produk yang nyata. Kita harus menetapkan target yang jelas setelah 1 tahun, 3 tahun, 5 năm, dan 10 tahun: teknologi apa yang berhasil kita kuasai, produk apa yang dihasilkan, apa yang bisa diekspor, serta berapa persentase kontribusi yang diberikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pertahanan, keamanan, dan kapasitas kemandirian nasional”.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta agar pelaku bisnis ditetapkan sebagai posisi pusat ekosistem inovasi kreatif yang menjadi tempat penerapan dan komersialisasi hasil-hasil penelitian. Berbagai grup ekonomi besar perlu mengembangkan peran pelopor dalam menguasai teknologi inti dan membentuk merek teknologi Vietnam di kancah internasional. Sementara itu, sektor pendidikan perlu segera mempersiapkan sumber daya manusia di bidang teknologi untuk masa depan./.