Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam yang juga menjabat Kepala Badan Pengarah memimpin sidang tersebut.
Dalam sidang ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa tanah air sedang memasuki periode pembangunan dengan tuntutan yang lebih tinggi mengenai produktivitas, kualitas, kemandirian, dan kehidupan rakyat. Oleh karena itu, Laporan 100 tahun harus menjelaskan proses kepemimpinan revolusioner, pilihan-pilihan strategis dan berbagai perlajaran penting sepanjang proses tersebut. Laporan 40 tahun perlu mendalami pembangunan, pemahaman dan proses mewujudkan Dokumen politik, memperjelas lebih lanjut model sosialisme, jalan serta langkah-langkah yang sesuai dengan Vietnam. Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta pengembangan ideologi melalui evaluasi Dokumen politik, sekaligus menetapkan visi dan kepasitas kepemimpinan dalam abad selanjutnya, memastikan metode ilmiah dan kualitas argumentasi.
“Dua masalah terpenting yang sedang kita lakukan yaitu: Pertama menyampaikan arah pengembangan tanah Air. Apabila arah ini disatukan baru kita dapat memobilisasi kekuatan masyarakat, konsensus dan dukungan masyarakat serta seluruh sistem politik. Kedua harus menciptakan kepercayaan masyarakat. Ketika Partai menyampaikan arah, masyarakat percaya – itulah keunggulan yang tidak bisa dimiliki negara lain. Perencanaan tanah air harus menuju visi 100 tahun. Saat itu, bagaimana kita mengelola energi, infrastruktur serta kehidupan masyarakat, kita sepenuhnya dapat memimpikan hal ini."
Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga menegaskan tanggung jawab untuk menjadikan kecerdasan yang ditarik dari sejarah terus menjadi kapasitas kepemimpinan bagi pembangunan tanah air; karya evaluasi ini harus memperkuat kapabilitas Partai, mengembangkan kreativitas masyarakat, dan menyiapkan kondisi yang kokoh demi masa depan.
