Rapat kerja tersebut bertujuan meninjau pelaksanaan tugas paruh pertama tahun 2026, berbagai solusi dan tugas menjamin pelaksanaan tugas paruh akhir tahun serta pelaksanaan Resolusi Politbiro mengenai pembangunan Ibukota di era baru.
Dalam rapat kerja tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam mencatat bahwa Kota Hanoi telah aktif dan gigih menyempurnakan kelembagaan, perencanaan dan reformasi administrasi. Di samping itu, kota ini juga melaksanakan Resolusi Politbiro sehingga menciptakan fondasi bagi periode pembangunan yang baru. Tetapi, Kota Hanoi harus fokus melaksanakan berbagai tugas utama pada paruh akhir tahun, di antaranya berupaya mencapai pertumbuhan dua digit tapi tidak digantikan dengan lingkungan, jaring pengaman sosial dan kualitas kehidupan.
“Saya meminta Kota Hanoi melakukan peninjauan substansial tentang sumber daya pembangunan, harus menjelaskan sumber daya apa yang sedang beraktivitas, sumber daya apa yang digunakan tidak efektif, cabang dan bidang apa yang bisa mencapai akselerasi, dan produk apa yang bisa didorong. Dari situ fokus menanganinya”.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan Kota Hanoi harus mencapai pertumbuhan yang lebih cepat tapi dengan kualitas yang lebih tinggi dan lebih modern tetapi harus mempertahankan identitas budaya. Masyarakat menjadi penikmat keberhasilan pembangunan. Bersamaan dengan itu, Kota Hanoi harus berjalan di depan dalam menciptakan berbagai pola dan motor penggerak yang baru dan bisa disebar-luaskan di seluruh negeri.
