Menurut skenario yang ditetapkan pemerintah kota, pada triwulan IV, kota tersebut perlu mencapai pertumbuhan sebesar 13,23% untuk menyelesaikan target pertumbuhan tahun 2026. Beliau menganggap bahwa tuntutan tersebut sangat tinggi sehingga diperlukan penentuan yang jelas mengenai kemampuan kontribusi setiap sektor, setiap proyek, dan setiap kelompok perusahaan.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Kota Ho Chi Minh untuk menata kembali ruang pembangunan dengan memprioritaskan infrastruktur yang bersifat terhubung. Selain itu, kota tersebut perlu secara proaktif melakukan koordinasi antardaerah di bidang perhubungan, lingkungan hidup, dan rantai pasokan melalui mekanisme simpul khusus. Sains dan teknologi juga perlu difokuskan pada peningkatan produktivitas dan pengembangan kapasitas perusahaan.

Terkait investasi asing langsung (FDI), Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta pemerintah kota untuk memperhatikan laju pelaksanaan proyek, pelatihan sumber daya manusia, transfer teknologi, dan pengembangan pemasok dalam negeri.

Khususnya, Pusat Keuangan Internasional harus memecahkan isu mobilisasi modal bagi Vietnam, terutama untuk infrastruktur, produksi, dan inovasi kreatif.