Dalam temu kerja tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh untuk menetapkan dengan jelas posisi, misi, dan persyaratan pengembangannya di era baru. Secara khusus, Akademi harus sepenuhnya dan komprehensif melaksanakan dan terus meningkatkan kualitas fungsi dan tugas yang diberikan. Menurut Sekjen sekaligus Presiden To Lam, setiap bidang harus menghasilkan produk dengan nilai teoritis dan praktis, yang secara langsung melayani pekerjaan pembangunan Partai, membangun sistem politik dan kader; dan mengatur pelaksanaan pedoman, kebijakan, dan strategi. Fungsi-fungsi tersebut harus saling terkait untuk membentuk satu kesatuan, menciptakan sinergi dalam pengetahuan, teori, dan praktik.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta agar segera setelah pertemuan, Dewan Direksi Akademi menyelesaikan program aksi hingga tahun 2030 dan rencana tahunan. Beliau menekankan pentingnya memprioritaskan tugas-tugas yang akan membawa perubahan dan menyelesaikannya hingga tuntas. Setiap tugas harus secara jelas mendefinisikan peran, penanggung jawab dan tanggung jawabnya.