Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa Kongres Nasional ke-14 Partai Komunis Vietnam untuk pertama kalinya menetapkan “memperkuat hubungan luar negeri dan integrasi internasional sebagai tugas yang penting dan rutin”. Beliau menjelaskan bahwa diplomasi yang komprehensif, modern dan profesional dibangun di atas tiga pilar utama yakni hubungan luar negeri Partai, diplomasi Negara, dan hubungan luar negeri rakyat, Gabungan Asosiasi Persahabatan Vietnam merupakan kekuatan inti dan khusus yang menjalankan pilar hubungan luar negeri rakyat.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta Pengurus Besar Gabungan Asosiasi Persahabatan Vietnam angkatan ke-7 untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan memberikan masukan kebijakan: “Mempererat hubungan antara kalangan elite dan masyarakat luas bertujuan untuk membangun “kekuatan berbasis dukungan rakyat” di tingkat internasional. Hubungan dengan anggota parlemen, akademisi, dan CEO internasional perlu diperluas, namun sumber kekuatan utama hubungan luar negeri rakyat tetaplah “rakyat”. Oleh karena itu, pada saat yang sama perlu terus menumbuhkan perasaan di antara berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Ciptakan kondisi yang memungkinkan para intelektual dan pengusaha perantau Vietnam untuk memberikan kontribusi serta menjadi “Duta Persahabatan” alami bagi tanah air. Keterhubungan antara kalangan elite, perantau Vietnam dan sahabat-sahabat internasional akan menciptakan landasan yang kokoh bagi hubungan luar negeri rakyat”.
Sekjen sekaligus Presiden meminta Pengurus Besar Gabungan Asosiasi Persahabatan Vietnam angkatan ke-7 untuk bertahap membangun jaringan yang intensif, dengan kemampuan untuk menghubungkan dan memobilisasi berbagai sumber daya. Langkah ini diharapkan dapat mengubah hubungan dari sekadar “memiliki hubungan” menjadi “memiliki hubungan yang substantif dan efektif”, sehingga turut memperkuat ketahanan Vietnam.
