Saat menyampaikan pidato dalam simposium tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta fokus pada tiga arahan kerja sama besar yaitu : Pertama, kerja sama mengembangkan infrastruktur strategis, logistik, pelabuhan laut, energi bersih dan ekonomi sirkular. Kedua, bersama-sama mendorong teknologi tinggi, transformasi digital, kecerdasan buatan, semikonduktor, kesehatan, farmasi, bioteknologi, dan pertanian dengan teknologi tinggi. Ketiga bersama-sama menjadikan perdagangan sebagai rantai nilai yang berstanar tinggi, berkesinambungan dan bertanggung jawab. Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-UE telah membantu komoditas kedua belah pihak mudah mendekatkan pasar. Tapi untuk tahap selanjutnya harus memberikan bantuan modal teknologi, perusahaan, standar dan mengaitkan rantai pasokan antara kedua belah pihak.

Agar semua orientasi tersebut menjadi nyata, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan:

“Vietnam berarah menyerap secara selektif berbagai proyek FDI dengan kualitas tinggi, teknologi tinggi, dan ramah lingkungan, bernilai tambahan dan daya sebar besar yang dikaitkan dengan transformasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia serta penguatan konektivitas dengan perusahaan dalam negeri. Pemerintah Vietnam juga berkomitmen terus mendampingi, mendengarkan serta mengatasi semua problematik, menciptakan lingkungan investasi yang transparan, stabil dan kondusif bagi para investor asing untuk tenang melakukan investasi jangka panjang di Vietnam serta bersama-sama dengan Vietnam berkembang secara pesat dan berkesinambungan”.

Juga pada simposium tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan para delegasi menyaksikan Upacara serah-terima berbagai kesepakatan kerja sama.