Rombongan upacara membawa karangan bunga dengan tulisan: “Selamanya mengenang para Raja Hung yang telah berjasa mendirikan negara”. Di Istana Kinh Thien, Sekjen sekaligus Presiden To Lam bersama para pemimpin Partai, Negara, serta pimpinan daerah dengan khidmat mempersembahkan dupa, bunga, dan sesaji untuk mengenang serta menyampaikan rasa terima kasih atas jasa besar para Raja Hung, yang telah mendirikan negara, serta para leluhur yang telah berjasa membangun dan mempertahankan tanah air, agar generasi penerus dapat melanjutkan tradisi membangun Vietnam yang makmur dan beradab seperti saat ini.

Setelah upacara persembahan dupa di Kuil Thuong serta peletakan bunga dan dupa di Mausoleum Raja Hung, Sekjen sekaligus Presiden To Lam telah berbincang secara hangat dengan masyarakat setempat.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa Hari Peringatan Leluhur Raja Hung adalah hari yang sangat istimewa, merupakan momen bagi setiap orang Vietnam untuk mengenang jasa para Raja Hung yang telah mendirikan negara, mengenang Ibu Leluhur Au Co, Leluhur Bangsa Lac Long Quan, serta mengenang begitu banyak generasi nenek moyang yang telah mencurahkan keringat, darah, dan kecerdasan untuk membuka lahan, membangun desa, mendirikan negara, mempertahankan dan memperluas wilayah, serta menumbuhkan peradaban.

Kepada kaum muda, pelajar, dan mahasiswa, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyampaikan harapan: “Nenek moyang telah mewariskan kepada kita sebuah negara. Generasi muda harus membuat negara itu berkembang lebih kuat, lebih manusiawi, dan memiliki posisi yang lebih tinggi. Kalian harus belajar dengan baik, berlatih dengan sungguh-sungguh, selalu mengingat nilai-nilai moral orang Vietnam, serta memahami sejarah dan budaya bangsa”.

Menurut Sekjen sekaligus Presiden To Lam, jalan pengembangan tanah air dan negara masih menghadapi banyak kesulitan dan tantangan. Beliau menegaskan bahwa sejak masa para Raja Hung hingga era Ho Chi Minh, benang merah sepanjang sejarah bangsa Vietnam adalah semangat cinta tanah air dan persatuan:“Dalam situasi ini, kita semakin membutuhkan semangat Raja Hung, semangat saling mengandalkan, bersama-sama mengatasi kesulitan, menjadikan persatuan sebagai fondasi, rakyat sebagai dasar, budaya sebagai kekuatan, serta tekad kemandirian sebagai pendorong. Partai dan Negara selalu menempatkan rakyat sebagai pusat, sebagai subjek, dan sebagai kekuatan utama dalam upaya membangun dan membela tanah air. Setiap garis kebijakan harus diarahkan pada kehidupan yang lebih baik bagi rakyat… Di hadapan arwah suci para Raja Hung, kita bertekad melanjutkan tradisi membangun dan menjaga negara, memelihara persatuan besar seluruh bangsa, serta membangun Vietnam yang kuat, makmur, beradab, dan bahagia".

Selanjutnya, Sekjen sekaligus Presiden To Lam beserta delegasi meletakkan bunga di relief pahatan “Paman Ho berbicara dengan para perwira dan prajurit Divisi Tentara Pelopor” di Persimpangan Lima Den Gieng; dan mempersembahkan bunga dan dupa di Kuil Lac Long Quan.