Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta instansi peradilan kedua negara untuk semakin memperkuat kerja sama dalam transformasi digital dan penerapan teknologi informasi, dengan fokus pada pengembangan pengadilan elektronik. Kedua pihak diminta berkoordinasi dalam menyelenggarakan pelatihan profesional tingkat lanjut serta pendidikan hukum bagi para pejabat dan hakim dari kedua negara.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga meminta Mahkamah Agung Rakyat Vietnam, Laos, dan Kamboja untuk terus memainkan peran pelopor dalam mendorong kerja sama di bidang peradilan. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk memperluas kerja sama dengan instansi peradilan Thailand, Myanmar dan negara-negara lain di Subkawasan, sehingga secara bertahap membentuk mekanisme koordinasi mengenai berbagai isu hukum dan peradilan yang menjadi minat bersama.
Sementara itu, Phayvy Siboualypha, Ketua Mahkamah Agung Rakyat Republik Demokratik Rakyat Laos, menegaskan bahwa Mahkamah Agung Rakyat Laos akan terus berkoordinasi erat dengan Mahkamah Agung Rakyat Vietnam untuk secara efektif mengimplementasikankesepahaman bersama yang telah dicapai oleh para pemimpin tertinggi kedua Partai dan kedua Negara. Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan tradisi persatuan istimewa Vietnam–Laos kepada para pejabat dan pegawai peradilan kedua negara, guna menjaga dan mengembangkan hubungan persahabatan yang agung, solidaritas istimewa serta kerja sama yang komprehensif Laos-Vietnam.
