Sekretaris Jenderal (Sekjen) KS PKV sekaligus Presiden To Lam, Perdana Menteri (PM) Le Minh Hung, Ketua Majelis Nasional (MN) Tran Thanh Man menghadiri acara tersebut di auditorium Dien Hong.

Konferensi mendengarkan paparan wakil Pemerintah mengenai isi utama Resolusi nomor 10 dan mendengarkan beberapa referat dari pimpinan daerah dan investor asing. Sekjen sekaligus Presiden To Lam dalam pidato evaluasinya menyampaikan bahwa Resolusi nomor 10 memanifestasikan perubahan dalam pola pikir pembangunan yaitu, proaktif memilih dan menggunakan sumber daya internasional untuk membangun daya saing nasional. Resolusi tersebut juga menetapkan beberapa target dan tuntutan yang lebih tinggi. Di antaranya mengembangkan ekonomi dengan investasi asing harus dikaitkan dengan peningkatan kemampuan strategis, kemampuan produksi, teknologi dan daya saing perekonomian. Di samping itu juga menekankan berupaya sampai tahun 2030, Vietnam lolos dalam kelompok pelopor di Asia Tenggara terkait lingkungan investasi dan bisnis, daya saing, inovasi kreatif, kualitas jasa publik, serta akses terhadap berbagai proyek investasi asing dengan kualitas tinggi. Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta:

Harus proaktif mendekati, memilih, memimpin dan menggunakan dengan efektif berbagai arus modal investasi internasional untuk meningkatkan kemampuan nasional. Vietnam tidak hanya menyerap modal investasi berdasarkan batasan administratif tetapi harus menyelenggarakannya secara kompleks, melalui rantai nilai, sistem ekologi industri, inovasi kreatif dan ruang lintas wilayah. Vietnam harus meningkatkan daya saing dengan kualitas kelembagaan, infrastruktur modern, sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, biaya penaatan rendah, layanan publik profesional dan lingkungan bisnis yang stabil serta bisa diprediksi”.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta berbagai tingkatan, instansi dan daerah fokus mencamkan dan melaksanakan delapan tugas utama dengan baik. Di antaranya adalah menyatukan pemahaman, memperbarui pola pikir mengenai investasi asing.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan pentinhnya pengembangan ekosistem industri di dalam negeri serta konektivitas substansial antara perusahaan FDI dengan perusahaan Vietnam. Secara khusus, mengembangkan sumber daya manusia dengan kualitas tinggi, lebih menginvestasikan infrastruktur strategis dan infrastruktur demi mendukung ekonomi baru.