Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan peran penting dari kerja sama antara parlemen kedua negara, menginginkan agar kedua belah pihak akan cepat menandatangani kesepakatan kerja sama, melakukan koordinasi pengawasan efektif terhadap penggelaran berbagai kesepakatan tingkat tinggi dan sejumlah naskah atau kesepakatan yang telah ditandatangani; berbagi pengalaman dalam pembangunan institusi, penyempurnaan sistem perundang-undangan untuk pembangunan ekonomi digital dan masyarakat digital.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga menginginkan agar Parlemen Sri Lanka mengesahkan beberapa kebijakan prioritas untuk para pelaku usaha Vietnam yang berinvestasi di Sri Lanka di bidang-bidang seperti: infrastruktur, jasa, pariwisata, kendaraan listrik, teknologi, telekomunikasi; memfasilitasi maskapai penerbangan Vietnam untuk membuka lini penerbangan langsung yang menghubungkan kedua negara; sekaligus terus menciptakan kondisi yang kondusif bagi komunitas orang Vietnam yang tinggal, belajar dan berbisnis di Sri Lanka.
Sementara itu, Ketua Parlemen Jagath Wickramaratne menekankan bahwa pidato yang disampaikan Sekjen sekaligus Presiden To Lam di depan Parlemen Sri Lanka tersebut mempunyai makna bersejarah. Pidato tersebut tidak hanya menginspirasi para legislator Parlemen Sri Lanka, tetapi juga para pemilih negara ini, mengandung berbagai pelajaran yang berharga bagi Sri Lanka dalam proses pengembangan tanah air.
