Konferensi tersebut mengesahkan Laporan evaluasi sementara tugas kemiliteran dan pertahanan paruh pertama tahun 2026 serta menetapkan orientasi dan tugas paruh kedua tahun 2026. Selain itu konferensi tersebut mengesahkan Kesimpulan Komisi Militer Pusat mengenai kepemimpinan pelaksanaan tugas militer dan pusat serta pembangunan Organisasi Partai Tentara paruh kedua tahun 2026.

Dalam pidato arahannya pada konferensi tersebut, Sekjen sekaligus Presiden Vietnam To Lam meminta Komisi Militer Pusat untuk fokus pada kepemimpinan dan pengarahan demi mempertahankan peran utamanya dalam melindungi Tanah Air secara mantap dalam segala situasi.

Beliau juga meminta badan-badan fungsional di bawah Komisi Militer Pusat dan Kementerian Pertahanan untuk fokus meningkatkan kualitas penelitian, prakiraan, serta analisis strategis; secara proaktif mengenali berbagai risiko keamanan tradisional maupun non-tradisional; meningkatkan efektivitas integrasi internasional dan diplomasi pertahanan. Selain itu, Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga meminta untuk membina kepercayaan strategis antarnegara; serta melindungi Tanah Air sejak dini, dari jauh, dan tidak membiarkan terjadinya kejutan dalam situasi apa pun.

Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan perlunya menciptakan terobosan kuat dalam pembangunan Tentara yang revolusioner, reguler, elit, dan modern, berdasarkan peningkatan sains dan teknologi, inovasi kreatif, serta transformasi digital.

Beliau juga meminta agar terus membangun Organisasi Partai Tentara yang benar-benar bersih, kuat secara menyeluruh, dan menjadi teladan; sekaligus berkoordinasi dengan berbagai badan terkait serta pemerintah daerah untuk secara tegas melaksanakan “Kampanye 500 hari untuk meningkatan pencarian, pengumpulan dan identifikasi tulang beluang martir.”