Dalam pidato penutupan sidang pleno tersebut, Sekjen KS PKV sekaligus Presiden To Lam merangkum hasil-hasil utama sidang tersebut sekaligus menekankan lima kelompok tugas prioritas guna menerjemahkan keputusan-keputusan KS PKV ke dalam kehidupan.
Menurut beliau, pembaruan ditunjukkan pada setiap keputusan dan metode kepemimpinan, yakni menatap pada akar persoalan, mengorganisasi sumber daya berdasarkan tujuan bersama, mengaitkan keputusan dengan pelaksanaan, serta menempatkan kepentingan jangka panjang negara dan kehidupan rakyat sebagai prioritas tertinggi.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan bahwa nilai dan vitalitas keputusan harus diukur melalui hasil nyata, yaitu hambatan diatasi, kapasitas baru dibentuk, aparatur beroperasi lancar, sumber daya terbuka, produktivitas dan daya saing ditingkatkan, negara menjadi lebih aman, dan masyarakat memperoleh manfaat yang lebih praktis.
Beliau meminta untuk menetapkan secara jelas tanggung jawab antara pusat, tingkat provinsi, dan tingkat kecamatan; sekaligus menjamin operasi yang lancar, koordinasi yang erat dan interaksi yang efektif antara tiga tingkat pemerintah tersebut. Beliau menunjukkan:
"Pemerintah pusat fokus pada penetapan arah strategis, penyempurnaan kelembagaan, pembangunan berbagai platform bersama, alokasi sumber daya besar, serta pengawasan pelaksanaan. Pemerintah tingkat provinsi harus melakukan reformasi dan pembaruan yang lebih kuat dalam metode kepemimpinan, pengarahan, dan penyelenggaraan; mengkonkretkan kebijakan, mengorganisasi ruang pembangunan, mengoordinasikan sumber daya, serta bertanggung jawab atas hasil pelaksanaan tugasnya. Sementara itu, pemerintah tingkat kecamatan merupakan garda terdepan dalam tata kelola publik yang secara langsung melaksanakan kebijakan, melayani masyarakat, dan menangani semua persoalan yang muncul dari kehidupan nyata, kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Kemampuan pelaksanaan di tingkat kecamatan serta kepuasan masyarakat dan dunia usaha merupakan tolok ukur efektivitas bagi seluruh sistem pemerintahan."
Menjelang peringatan HUT ke-79 Hari Prajurit Penyandang Disabilitas dan Martir (27 Juli), Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta semua tingkat pemerintah dan instansi untuk terus memikirkan kehidupan orang-orang yang berjasa kepada tanah air dan keluarga penerima kebijakan prioritas melalui tindakan nyata dan penuh kasih sayang. Beliau juga menekankan perlunya menggelar "Kampanye 500 hari siang dan malam percepatan pencarian, pengumpulan dan identifikasi kerangka martir” secara efektif.
