(VOVWORLD) - Hingga kini area tanah yang terkontaminasi bom dan ranjau telah menurun tinggal 5,6 juta hektare. Demikian informasi yang dikeluarkan pada konferensi evaluasi aktivitas-aktivitas propaganda dan pemberian penghargaan kontes “Meningkatkan pemahaman tentang pencegahan, penanggulangan kecelakaan karena bom, ranjau, bahan peledak yang ditinggalkan perang di Vietnam”, menyambut baik hari dunia meningkatkan pemahaman tentang pencegahan, penanggulangan kecelakaan karena bom, ranjau 2022.
Pada konferensi tersebut, Brigadir Jenderal Tran Trung Hoa, Panglima Tentara Zeni, Direktur Pusat Aksi Bom dan Ranjau Nasional Vietnam, menegaskan bahwa usaha mengatasi akibat bom, ranjau, zat kimia beracun yang tersisa pasca perang merupakan tugas penting, permanen, dan berjangka panjang.
