Kongkritnya, prosentasi penduduk Inggeris menganggap bahwa Pemerintah akan menangani secara tidak baik perundingan-perundingan tentang keluarnya Inggeris dari Uni Eropa (EU) yang semakin meningkat, dari tarap 41% pada bulan Februari menjadi 61% pada bulan Oktober. Jumlah responden memprakirakan bahwa Inggeris akan menerima satu permufakatan Brexit juga buruk yang meningkat menjadi 52% pada bulan Oktober.

Kalangan analis mengatakan bahwa meningkatnya prosentasi orang yang merasa skeptis karena orang-orang yang selama ini mendukung Inggeris tinggal di EU semakin tidak merasa antusias terhadap proses Brexit. Lebih-lebih lagi, bahkan para pemilih yang ingin agar Inggeris meninggalkan rumah bersama EU juga tidak puas tentang cara pemecahan yang dilakukan oleh Pemerintah.