(VOVworld) – Dalam satu perkembangan terkini, juru bicara kepolisian Jakarta, Muhammad Iqbal memberitahukan: serangan berturut-turut dan baku tembak di Jakarta, ibukota Indonesia, Kamis (14/1) telah berakhir. Ada sedikitnya 7 orang, yang terdiri dari 2 penduduk sipil (diantaranya ada seorang Belanda) dan 5 pelaku serangan dianaranya ada 2 pelaku serangan bom bunuh diri. Selain ittu, ada 20 orang lain yang terluka. Polisi Jakarta menegaskan tidak ada lagi pelaku serangan di sekitar pusat perdagangan Sarinah dan pasukan keamanan telah mengontrol situasi. Selain itu, polisi telah menangkap 4 orang yang dicurigai tersangkut dengan serangan tersebut.
Presiden Indonesia, Joko Widodo memberitahukan: Serangan bom serempak di ibukota Jakarta adalah “tindakan teror”. Ketika berbicara di layar Metro TV, Presiden Joko Widodo mengutuk semua tindakan yang menimbulkan instabilitas keamanan dan perdamaian serta menimbulkan kepanikan di kalangan rakyat. Beliau berseru kepada rakyat Indonesia supaya jangan takut, bersamaan itu memberikan instruksi kepada pasukan keamanan supaya memburu para pelaku dan jaringan yang berdiri di belakang serangan-serangan ini.

Menteri Luar Negeri Belanda, Bert Koender, hari Kamis (14/1),telah mengutuk serangan tersebut dan berseru kepada dunia internasional supaya bersatu padu dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris. Kedutaan Besar Belanda di Jakarta merekomendasikan kepada para warga negara ini supaya tinggal di rumah dan memberitahukan bahwa Kedutaan Besar Belanda akan menjalin hubungan dengan mereka melalui SMS untuk memutarkhirkan situasi. Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta juga mengeluarkan pengumuman darurat, merekomendasikan kepada para warga negaranya supaya menjahui tempat-tempat dimana ada banyak orang berkumpul.
