Menurut pernyataan resmi terkini dari Pemerintah Afghanistan yang dikeluarkan pada Senin (29 Juli), ledakan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah negara ini resmi memulai kampanye pemilihan presiden yang direncanakan akan diadakan pada bulan September mendatang. Amrullah Saleh adalah pasangan calon dengan Presiden Ashraf Ghani dalam perlombaan menjadi Presiden kembali untuk masa bakti baru. Dia telah terluka dalam serangan ini.
Serangan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang bahaya terjadinya kekerasan dalam pemilihan presiden pada tanggal 28/9 mendatang. Rencana pemilihan sudah dua kali ditunda pada tahun ini. Pemilihan Parlemen pada bulan 10/2018 juga menyaksikan terjadinya kekerasan.
