Pada hari yang sama, Menteri Dalam Negeri Republik Dagestan menekankan bahwa serangan itu merupakan stragedi besar terhadap setiap keluarga dan warga. Namun, dia menegaskan bahwa pemerintah “tidak akan membiarkan kekuatan-kekuatan di luar menyabotase perdamaian dan solidaritas” di Dagestan. Para pelaku serangan akan dikenai hukuman yang pantas.
Sebelumnya, Komisi Investigasi Rusia memberitahukan bahwa pada tanggal 23 Juni, banyak tersangka yang bersenjata telah menyerap dua gereja Ortodoks, dua gereja Yahudi serta pos polisi lalu lintas di dua kota Derbent dan Makhachkala di Dagestan. Serangan-serangan itu telah menewaskan 20 orang dan melukai 46 orang lainnya.