Presiden Joe Biden menyatakan bahwa AS akan terus melaksanakan “komitmennya terhadap perang melawan terorisme” dan akan memaksa semua obyek yang terlibat dalam serangan itu “memikul tanggung jawab pada saat dan cara” yang ditentukan oleh Washington.

UAV tersebut telah menyerang tangsi tentara pada Minggu pagi (28 Januari), sehingga menimbulkan banyak korban jiwa. Pada hari yang sama, kelompok “Perang Perlawanan Islam di Irak” menyatakan telah menggunakan UAV untuk menyerang pasukan AS di 3 lokasi di Suriah, termasuk 2 pangkalan di dekat persimpangan tiga perbatasan antara Irak, Suriah dan Yordania, namun tidak jelas apakah kelompok ini menyindir serangan yang menewaskan tiga serdadu AS tersebut atau tidak.