Media daerah setempat menilai bahwa serangan mendadak tersebut merupakan serangan udara dari tentara Israel yang menimbulkan korban paling besar terhadap Beirut, sejak Israel memulai operasi serangan “Panah Utara” terhadap negara tetangga pada tgl 23 September lalu, serta sejak awal baku hantam lintas batas antara tentara Israel dan Gerakan Hezbollah pada lebih dari satu tahun yang lalu.

Sementara itu, Pasukan Bela Diri Israel (IDF) memberitahukan bahwa serangan udara terhadap jantungnya Ibu kota Beirut bermaksud membasmi Wafiq Safa, pemimpin senior pasukan Hezbollah. Di samping itu, IDF juga mengkonfirmasikan bahwa pasukan Hezbollah pada hari yang sama terus melancarkan banyak serangan dengan rudal dan pesawat nirawak terhadap kawasan Israel Utara.