Kawasan tersebut terletak di garis perbatasan antara bagian Utara (tempat pemukiman mayoritas orang Muslim) dan bagian Selatan (tempat pemukiman mayoritas umat Katolik). Ketegangan etnis dan agama telah berlangsung selama bertahun-tahun di kawasan tersebut. Pasukan keamanan telah digelar untuk mencegah baku tembak terjadi kembali setelah kasus tersebut. Gubernur negara bagian Plateu, Caleb Mutfwang, mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan kejam, bersamaan dengan itu berkomitmen akan membawa pelakunya ke depan pengadilan.