Kegiatan ini merupakan aktivitas diplomasi pertahanan tahunan antara Kementerian Pertahanan kedua negara, yang tercantum dalam Protokol Kerja Sama Pertahanan periode 2025–2029 serta Rencana Kerja Sama tahun 2026.
Sorotan utama penyelenggaraan tahun ini adalah lokasi kegiatan di kawasan perbatasan Thanh Thuy - Namon. Ini merupakan titik penghubung penting pada jalur jalan tol Hanoi - Vientiane yang telah disepakati dan sedang dikembangkan oleh pemerintah kedua negara. Setelah selesai dibangun, koridor ini diharapkan dapat mendorong model kerja sama ekonomi lintas batas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbagai etnis di daerah terpencil dan perbatasan, khususnya di kawasan Gerbang Perbatasan Thanh Thuy di Vietnam dan Namon di Laos.
Dalam konferensi pers mengenai kegiatan tersebut yang diselenggarakan pada Kamis sore (2 Juli) di Hanoi, Kolonel Do Duy Chinh, Wakil Kepala Departemen Propaganda dan Pendidikan (Departemen Umum Politik Tentara Rakyat Vietnam), menegaskan: “Silaturahmi kali ini merupakan salah satu kegiatan diplomasi pertahanan yang paling penting pada tahun 2026 dan memiliki makna strategis dalam berbagai aspek, serta secara langsung turut mempererat hubungan solidaritas dan persahabatan istimewa antara Vietnam - Laos, Laos -Vietnam. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan saling percaya di bidang politik, memperkuat persahabatan dan solidaritas, serta mendorong kerja sama yang lebih substansial antara pasukan penjaga perbatasan kedua negara, pemerintah daerah, dan masyarakat di kawasan perbatasan, turut membangun garis perbatasan Vietnam-Laos yang sungguh-sungguh damai, bersahabat, stabil, kooperatif, dan berkembang.
Sesuai agenda, pada 9 Juli kegiatan-kegiatan silaturahmi akan berlangsung di Provinsi Bolikhamsai (Laos), sedangkan pada 10 Juli akan dilaksanakan di Provinsi Nghe An (Vietnam), di antaranya ada pembicaraan antara delegasi Kementerian Pertahanan kedua negara.
