Dalam naskah update triwulan untuk Asia-Pasifik, perusahaan tersebut memprakirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang, Republik Korea dan Taipei (Tiongkok) pada dasarnya tidak berubah karena berbagai perekonomian tersebut dianggap memiliki daya tahan baik atas kejutan inflasi. Perusahaan tersebut menunrunkan prakirakan pertumbuhan kawasan Asia Tenggara dari 5,6 persen menjadi hanya tinggal 5 persen karena kebutuhan global turun dan pengaruh konflik Rusia-Ukraina terhadap kawasan ini pada 2022.