Investigasi tersebut dilakukan pada latar belakang Gereja Katolik mengkhawatirkan bahwa investigasi yang dilakukan parlemen dan polisi tidak cukup independen.
Presiden Maithripala Sirisena menunjukkan bahwa komite baru akan mempunyai hak hukum yang luas untuk mengumpulkan bukti tentang pelaku serangan bom dan investigasi atas kesalahan-kesalahan tentang keamanan dan intelijen. Komite yang terdiri dari 5 anggota ini dikepalai oleh hakim pengadilan kasasi dan tiga hakim lain serta seorang pejabat negara yan telah pensiun. Menurut rencana, komite ini akan mengeluarkan rekomendasi dalam waktu tiga bulan.
