Keputusan Sri Lanka untuk membuka pasar minyaknya bagi perusahaan asing bertujuan untuk mengatasi kelangkaan bensin yang dihadapi negara ini.

Menurut para ahli, masuknya perusahaan asing ke pasar minyak Sri Lanka akan mengakhiri situasi monopoli anak perusahaan dari Grup Permigasan India, yang menguasai 80% pasar dengan jaringan 1.190 pompa bensin di Sri Lanka.