Di jalan-jalan pemukiman banyak warga Asia di Sydney, Ibukota Australia, pada Sabtu malam (10 Februari) diselenggarakan pesta besar dengan banyak kegiatan-kegiatan kebudayaan dan kesenian. Yang paling menonjol ialah tarian barongsai yang bergelora, menyerap perhatian banyak wisatawan yang bertamasya di Sydney pada kesempatan ini.

Di Tiongkok, segera pada tgl Satu Hari Raya Tet, kegiatan-kegiatan kebudayaan dan kesenian merayakan Tahun Baru diselenggarakan secara lebih megah di banyak daerah.

Di Bolivia, pada hari yang sama, diselenggarakan festival karnaval dengan partisipasi banyak penari dan seniman-seniwati, khususnya seniman Asia. Di Meksiko, suasana merayakan Hari Raya Tet juga berlangsung dengan bergelora di kawasan-kawasan pemukiman warga Asia dengan warna merah, lampion, pangan bait, dan kegiatan-kegiatan tarian barongsai yang berwarna-warni.

Pengesahan Resolusi tentang pengakuan Hari Raya Tet Imlek sebagai hari liburan PBB setiap tahun oleh Majelis Umum PBB tidak hanya mempunyai makna yang penting bagi negara-negara yang resmi merayakan Hari Raya Tet saja, melainkan juga merupakan kegembiraan bagi hampir 2 miliar warga di dunia yang menganggap Hari Raya Tet merupakan hari raya terpenting dalam setiap tahun. Dan ini juga merupakan pengakuan komunitas internasional terhadap kebudayaan Ketimuran.