![]() |
Ketika berbicara di depan kalangan pers pada Jumat malam (1/11), Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan Suriah, Geir O.Pedersen memberitahukan bahwa setelah masa 8 tahun terjadinya bentrokan di Suriah, para wakil dari Pemerintah, faksi oposisi dan organisasi masyarakat sipil Suriah “telah duduk bersama-sama, saling menghormati, melakukan dialog satu sama lain… secara cukup mengesankan”.
Pada akhir bulan September yang lalu, PBB telah mengumumkan pembentukan Komisi UUD Suriah untuk menyusun satu UUD baru bagi negara Timur Tengah ini. Penggelaran pekerjaan-pekerjaan Komisi ini merupakan permufakatan politik konkret yang pertama antara Pemerintah dan faksi oposisi untuk mulai membuat jadwal dan cara menyusun UUD baru.

