Warga di Kota Damaskus, Suriah, pada tanggal 10 Desember 2024 (Foto: Xinhua/VNA) |
Suriah memulihkan aktivitas pengajaran di sekolah dalam konteks negara ini masih dalam proses transfer kekuasaan. Pada hari yang sama, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Suriah, Geir Pedersen, telah menyerukan pencabutan sanksi-sanksi internasional guna menciptakan kondisi kepada negara Timur Tengah tersebut untuk memulihkan ekonomi dan melakukan restrukturisasi, mendorong kerukunan nasional dan menegakkan perdamaian yang berjangka panjang.
Dalam satu perkembangan lainnya, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan pada Minggu (15 Desember) menyatakan iktikat-baik untuk menjadi mediator antara AS dan pemerintah transisi Suriah. Dia juga mengatakan bahwa Turki akan meminta untuk membantu pemerintah transisi Suriah dan mengatakan bahwa Suriah tidak akan menjadi “arena konflik”.

