Pemilihan ini diadakan di seluruh kawasan yang dikontrol oleh Pemerintah Suriah, adalah pemungutan suara ketiga yang diadakan di negara ini sejak perang saudara terjadi 9 tahun lalu. Sampai sekarang, pasukan-pasukan pimpinan Presidan Bashar al-Asad telah mengontrol lebih dari 70% wilayah Suriah, setelah merebut kemenangan terhadap kaum pemberontak dan kaum militan jihad Islam dari tahun 2015 dengan dukungan Rusia.