(VOVworld) – Denmark memperketat kontrol di perbatasan dengan Jerman, Senin (4/1) guna menghadapi arus migran. Copenhagen menerapkan langkah tersebut hanya beberapa jam setelah Swedia juga melaksanakan langkah serupa.

Satu keluarga migran orang Suriah (Ilustrasi)
(Foto: baomoi.com)
Perdana Menteri (PM) Demark, Lars Loekke Ramussen memberitahukan bahwa sejak tengah malam, Senin (4/1), polisi negara ini telah menegakkan pos-pos pengontrolan untuk mengawasi orang-orang yang lewat kawasan perbatasan dengan Jerman. Walaupun ini merupakan langkah sementara, tapi pos-pos tersebut dibentuk secara cukup stabil. PM Denmark juga memberitahukan bahwa langkah-langkah tersebut tidak diterapkan terharap orang-orang keturunan Denmark dan Jerman.
Sebelumnya pada hari yang sama, Swedia juga menerapkan langkah pemeriksaan baru di perbatasan terhadap orang-orang yang masuk negara ini melalui jalan kereta api, bis atau ferri.
Ketika memberikan reaksi terhadap langkah-langkah tersebut, pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Jerman menganggap bahwa dengan demikian prinsip mobilitas dasar dari Uni Eropa mengenai kebebasan mobilitas sedang menghadapi bahaya kerusakan.

Satu keluarga migran orang Suriah (Ilustrasi)
(Foto: baomoi.com)
Sebelumnya pada hari yang sama, Swedia juga menerapkan langkah pemeriksaan baru di perbatasan terhadap orang-orang yang masuk negara ini melalui jalan kereta api, bis atau ferri.
Ketika memberikan reaksi terhadap langkah-langkah tersebut, pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Jerman menganggap bahwa dengan demikian prinsip mobilitas dasar dari Uni Eropa mengenai kebebasan mobilitas sedang menghadapi bahaya kerusakan.
