Menurut laporan tersebut, tahun 2023 lalu merupakan tahun yang sangat istimewa dalam hal kepanasan. Sejak bulan Juni tahun lalu, setiap bulan pun menjadi bulan yang dicatat paling panas di dunia dibandingkan dengan bulan yang sama tahun-tahun sebelumnya. Suhu planet sudah lebih hangat 1,48 derajat selsius dibandingkan dengan zaman pra-industri (1850 – 1900) pada saat manusia mulai menggunakan bahan bakar fosil dengan skala industri, melemparkan CO2 ke dalam atmosfer.
Direktur Badan Perubahan Iklim dari Uni Eropa, Carlo Bountempo, menekankan bahwa tanpa memedulikan meningkatnya target-target iklim dari Pemerintah negara-negara dan perusahaan-perusahaan, volume emisi CO2 yang dibuang ke lingkungan masih mengalami tingkat rekor pada tahun lalu. Tahun lalu juga merupakan tahun pertama dengan suhu setiap hari lebih panas satu derajat celsius dari pada zaman pra-industri.
