Para peserta memfoto bersama (Foto: VOV)

Acara ini merupakan kesempatan bagi para duta besar perempuan, istri duta besar, dan wakil perempuan dari berbagai organisasi internasional di Vietnam untuk mencaritahu tentang cabang penanaman murbei dan produk sutra kelas atas Vietnam. Ini juga merupakan produk yang disukai banyak tempat di dunia, memasukkan Vietnam ke dalam kelompok 4 negara terkemuka dalam pengembangan kerajinan menanam murbei, memelihara ulat sutra dan menenun kain dan mengekspor produk-produk sutra. Ketika berbicara pada acara tersebut, Ibu Elisa Fernandez Saenz, Perwakilan Organisasi Perempuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Women) di Vietnam, mengatakan:

“Kebudayaan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mendorong keadilan dan kesetaraan sosial. Seperti yang sudah saya ketahui, sutra memainkan peranan penting dalam kehidupan, kebudayaan dan ekonomi di Vietnam, dan telah menjadi simbol hak perempuan. Perempuan Vietnam dengan kerajinan menanam murbei dan beternak ulat sutra telah memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat, termasuk menciptakan kondisi belajar bagi anak perempuan. Menuju ke masa depan saya berharap agar industri sutra Vietnam akan terus menjadi jembatan penghubung bagi keadilan dan kemakmuran generasi di kemudian hari”.

Khususnya, pada acara tersebut, para hadirin juga berkesempatan untuk ikut melakukan proses penenunan sutra, penanaman murbei dan pembenihan ulat sutra.