![]() |
Hal ini menunjukkan bahwa Washington mampu menjemput bola terhadap ancaman-anaman rudal balistik dari negara-negara lain seperti Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDRK) sampai tahun 2020. Ketika berbicara di depan jumpa pers, Direktur Badan Pertahanan Rudal AS (MDA), Laksamana Muda Jim Syring menilai bahwa uji coba yang sukses ini menunjukkan: AS mampu “mengalahkan semua ancaman dari RDRK dan Iran”. Dia mengatakan hasil awal menunjukkan sistim ini telah langsung berhasil mencegah rudal balistik dan merusak semua rudal, namun MDA masih harus menganalisis data-data dalam waktu 30 hari mendatang.
Pada hari yang sama, RDRK mengecam AS dan Republik Korea setelah dua negara ini berencana memperpanjang latihan perang gabungan di perairan semenanjung Korea Timur sampai dengan bulan Juni ini. Kantor Berita Sentral Korea (KCNA), tentara AS di Republik Korea untuk pertama kalinya sedang menggelarkan pasukan pendaratan berskala besar ke Tokdo untuk ikut serta pada satu latihan “menyingkirkan senjata nuklir dan senjata pemusnah massal” dari RDRK.

