Ketika berbicara di depan kalangan pers, Menhan Lorenzana menunjukkan bahwa tragedi ini terjadi sehari sebelumnya, karena koordinasi antara pasukan yang tidak baik. Dia menyatakan akan menghentikan semua serangan udara, karena pasukam pembangkang akan tidak bisa berhatan dalam jangka waktu panjang.
![]() |
Bentrokan di kota Marawi meledak kembali pada sore tanggal 23/5 lalu, setelah pasukan keamanan menyusup ke satu rumah yang dicurigai sebagai tempat bersembunyi dari Hapilon, benggolan kaum pembangkang Abu Sayyaf, sekaligus merupakan anasir yang membenggoli cabang organisasi yang menamakan diri sebagai “Negara Islam” (IS) di Filipina.
Pada hari-hari yang lalu, semua pasukan bersenjata Filipina melakukan koordinasi, baik pasukan infanteri maupun pesawat helikopter untuk membasmi pasukan pembangkang yang sedang mengontrol beberapa daerah di kota Marawi. Tentara Filipina menegaskan telah mengusir pasukan pembangkang dari 90 % kota dan sedang terus melakukan penyerbuan di 10% daerah sisanya.

