UNIFIL menegaskan, ini merupakan serangan langsung dan berniat jelas terhadap pasukan ini. Sekarang Tentara Israel belum menyampaikan komentar pun.
Sejak mengelar infanteri untuk menyerang Pasukan Hezbollah di Lebanon Selatan pada tgl 30 September, Tentara Israel berulang kali dituduh langsung menyerang Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB. Opini umum internasional, khususnya negara-negara yang mengirim pasukan peserta misi telah mengutuk dan memprotes tindakan Israel. Terkini, dalam sidang online yang diselenggarakan oleh Prancis dan Italia pada tgl 16 Oktober, Menteri Pertahanan (Menhan) 16 negara Eropa yang mempunyai serdadu peserta UNIFIL telah mengimbau supaya menimbulkan tekanan politik dan diplomatik secara maksimal teryhadap Israel untuk mencegah terjadinya serangan-serangan terhadap UNIFIL.
Pada hari yang sama, Pemerintah Prancis memutuskan untuk melarang perusahaan-perusahaan Israel memamerkan dan memperkenalkan produk di Pameran internasional tentang pertahanan Euronaval yang diselenggarakan di Ibukota Prancis pada bulan November mendatang. Sementara itu, di medsos X, Menhan Israel, Yoav Gallant segera memprotes keputusan Paris.
Dalam satu perkembangan yang terkait, Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari yang sama, mengumumkan bahwa 16 orang telah tewas dan 52 orang yang terluka dalam satu serangan udara Israel terhadap Kantor Pemerintah Kota Nabatieh di Lebanon Selatan.
