Ketika menyampaikan pidato arahan pada kongres tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengatakan bahwa Vietnam sedang memasuki era pembangunan baru dengan aspirasi besar, target tinggi, dan tuntutan yang sangat mendesak. Dalam konteks tersebut, tuntutan terhadap Legiun Veteran Perang bukan hanya menjalankan tugas tradisionalnya dengan baik, tetapi juga memperbarui isi dan metode kegiatannya secara kuat; sekaligus meningkatkan kualitas organisasi Legiun.
“Jajaran pejabat Legiun harus menjadi teladan dalam kapabilitas politik, watak, moral, prestise, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memobilisasi massa. Mereka harus dekat dengan rakyat, memahami rakyat, berani berpikir, berani bertindak, dan berani memikul tanggung jawab. Setiap pejabat dan anggota juga harus menjadi teladan kesetiaan kepada Tanah Air, Partai, dan Rakyat; berkata sejalan dengan tindakan, serta menjalani kehidupan yang patut dicontoh, berkasih sayang dan disiplin”.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga menekankan bahwa Legiun Veteran Perang perlu berpartisipasi secara lebih mendalam dan substansial pada pembangunan dan rektifikasi Partai serta sistem politik; memberikan pendapat dalam penyusunan haluan dan kebijakan. Legiun tersebut juga harus melaksanakan demokrasi di akar rumput, memperhatikan kehidupan material dan spiritual, serta hak dan kepentingan yang sah bagi para veteran dan mantan prajurit secara baik. Veteran perlu diberdayakan menjadi salah satu sumber pembangunan tanah air.
Pada kesempatan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam telah memberikan Bintang Ho Chi Minh kepada Legiun Veteran Perang Vietnam.
