Sekjen sekaligus Presiden To Lam menunjukkan bahwa Badan Pengarah Nasional urusan Reformasi Hukum disempurnakan dan ditata dalam mekanisme baru. Langkah ini menandai peralihan ke model kepemimpinan dan pengarahan yang baru, dengan visi yang lebih luas, tuntutan yang lebih tinggi, metode kerja yang lebih sinkron, serta tanggung jawab yang lebih jelas.

“Reformasi hukum pada tahap baru bukan sekadar reformasi terhadap lembaga-lembaga peradilan, melainkan juga peningkatan kapasitas penyelenggaraan negara hukum. Reformasi ini bukan hanya menangani perkara-perkara hukum, tetapi juga melindungi keadilan dan membina kepercayaan; bukan hanya mencapai target-target profesional, melainkan mengabdi rakyat, melayani pembangunan, dan melindungi masa depan negara melalui hukum dan keadilan.”

Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga meminta untuk terus memahami pandangan Partai mengenai reformasi hukum dan pembangunan Negara Hukum Sosialis secara mendalam. Selain itu, perlu terus meningkatkan kualitas penyempurnaan sistem kelembagaan, pengorganisasian pelaksanaan hukum, serta efektivitas kegiatan lembaga-lembaga peradilan.